Kayutangan Heritage Semakin Asri! Dishub dan Satpol PP Malang Rutin Tertibkan Akhir Pekan
MALANG, JENERARAKYAT.COM — Suasana berbeda terasa di kawasan Kayutangan Heritage setiap akhir pekan. Trotoar yang dulu kerap dipenuhi lapak pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan, kini mulai kembali ke fungsi semula. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggencarkan penertiban untuk menjadikan kawasan ikonik ini lebih asri, nyaman, dan layak fungsi sebagai destinasi wisata unggulan.
Operasi gabungan yang digelar pada Sabtu (8/8/2026) malam menjadi bukti komitmen Pemkot Malang dalam menata kawasan Kayutangan. Petugas memberikan edukasi kepada PKL agar tidak berjualan di atas trotoar, serta mengimbau pengendara roda dua dan roda empat untuk memarkir kendaraan di Gedung Parkir Kayutangan Heritage yang telah tersedia.
Penertiban untuk Kenyamanan Wisatawan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, R. Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan respons atas banyaknya laporan masyarakat tentang kemacetan di kawasan Kayutangan.
"Kebijakan ini mewajibkan pengendara motor memarkir kendaraannya di Gedung Parkir Kayutangan demi mengurangi kemacetan. Banyak laporan dari masyarakat tentang kemacetan di kawasan heritage Kayutangan. Kami sebagai petugas akan turun di lapangan setiap akhir pekan guna melihat dampak kemacetan," ujar Widjaja.
Setiap akhir pekan, Dishub dan Satpol PP menerjunkan 40 hingga 50 petugas gabungan untuk melakukan penertiban dan sosialisasi. Petugas memberikan arahan kepada PKL agar tidak menggunakan badan jalan atau trotoar untuk berdagang, serta mengingatkan petugas parkir untuk tertib menjalankan tugasnya.
Penertiban Humanis dan Edukatif
Kepala Bidang Penindakan Satpol PP Kota Malang, Mustakim, menegaskan bahwa penertiban dilakukan secara humanis dan edukatif. Tujuannya bukan sekadar menindak, tetapi memberikan pemahaman agar para pedagang dan pengunjung sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami dari petugas bagian penindakan dan penertiban ini hanya menjalankan tugas dan fungsi kami agar kawasan yang semestinya bisa dinikmati ini bisa lebih asri dan nyaman. Penertiban ini dilakukan secara humanis untuk mengembalikan fungsi fasilitas pejalan kaki dan menjaga kenyamanan wisatawan," ujar Mustakim.
Ali Muthohirin: Kawasan Ikonik Tak Boleh Terganggu
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Malang tidak ingin keberadaan PKL tanpa izin semakin menjamur dan mengganggu fungsi kawasan Kayutangan yang menjadi salah satu ikon Kota Malang.
"Pemkot tidak ingin keberadaan PKL tanpa izin semakin menjamur dan mengganggu fungsi kawasan yang menjadi salah satu ikon Kota Malang tersebut," ungkapnya.
Ali Muthohirin menambahkan bahwa selain melakukan sosialisasi dan penertiban, Pemkot telah menginstruksikan Satpol PP untuk memberikan edukasi dan arahan kepada pedagang yang tidak memiliki izin agar tidak semakin menjamur.
Persiapan Menyambut HUT RI ke-81 dan Libur Nasional
Penertiban ini juga merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan libur nasional yang diprediksi akan mendatangkan banyak wisatawan dari luar daerah ke Kayutangan Heritage.
"Sosialisasi penataan parkir ini bertujuan untuk mewujudkan Kayutangan sebagai kawasan yang bebas dari parkir liar, sekaligus dalam rangka persiapan momen Hari Kemerdekaan RI ke-81 dan libur nasional yang tentunya akan didatangi pengunjung dari luar daerah," jelas Widjaja.

Kayutangan Heritage: Ikon Wisata Malang yang Terus Dibangun
Kayutangan Heritage merupakan kawasan bersejarah di Kota Malang yang dikenal dengan arsitektur kolonial dan suasana klasiknya. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan penertiban yang rutin dilakukan setiap akhir pekan, diharapkan Kayutangan Heritage semakin nyaman dan layak fungsi sebagai destinasi wisata yang asri, tertib, dan berkelas.
Penertiban ini menjadi bukti bahwa Pemkot Malang serius dalam menata kawasan wisata dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan wisatawan.
( Ton/ Hr )