Viral Penjagaan Ketat Rumah Jampidsus Febrie, TNI Buka Suara: Itu Perlindungan Bukan Keterlibatan Hukum
JAKARTA , Jenterarakyat.com — Sosok Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mendadak menjadi sorotan publik setelah kediamannya di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dijaga ketat oleh puluhan personel TNI bersenjata laras panjang pada Rabu (8/7/2026) malam .
Penjagaan yang melibatkan sekitar 20 personel TNI dengan baret ungu dan hijau ini terjadi di tengah operasi penggeledahan besar-besaran yang dilakukan oleh tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya di 12 lokasi terkait dugaan korupsi di tiga BUMN: PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel . Kediaman Febrie sendiri dijaga sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari, dengan portal jalan ditutup dan mobil dinas TNI terparkir di sekitar lokasi .
TNI: Pengamanan Atas Permintaan Kejagung
Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, buka suara. Ia menegaskan bahwa penjagaan terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah dilakukan atas permintaan institusi Kejaksaan Agung dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme yang berlaku .
"Pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 Tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya," ujar Nas dalam keterangan persnya, Kamis (9/7/2026) .
Nas juga membantah bahwa pengamanan ini terkait dengan isu korupsi yang sedang berkembang. Ia menegaskan bahwa penggeledahan yang dilakukan oleh Polri di berbagai lokasi adalah proses yang berbeda dan sepenuhnya menjadi kewenangan Polri .
"Adapun mengenai informasi adanya penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri," tegasnya .
Publik Spekulatif, Polri Bungkam soal Kafe
Meski TNI telah memberi klarifikasi, publik tetap berspekulasi mengingat nama Febrie pernah menjadi sorotan dalam kasus dugaan penguntitan oleh anggota Densus 88 pada 2024 . Selain itu, salah satu lokasi penggeledahan, Kafe de'Clan Signature di Cipete, dikaitkan dengan Jampidsus Febrie .
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menolak berkomentar rinci terkait kepemilikan kafe tersebut. "Silakan tanyakan sama yang tahu... Kalau ada yang mengait-ngaitkan itu, silakan itu di luar dari statement kami dari kepolisian," ujarnya . Hingga berita ini diterbitkan, baik Febrie Adriansyah maupun Kejagung belum memberikan keterangan resmi .
( Stef )