Langsung ke konten
``html ```
``html ```
Nasional

Perempuan dan Ketahanan Bangsa: Forum Nasional Dorong Dua Pilar Strategis - Ekologi dan Literasi Digital AI

Redaksi Jentera 3 menit baca 54 views
Perempuan dan Ketahanan Bangsa: Forum Nasional Dorong Dua Pilar Strategis - Ekologi dan Literasi Digital AI
JAKARTA, jenterarakyat.com – Forum Nasional Perempuan Indonesia menegaskan bahwa ketahanan bangsa di era modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan sosial, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ketahanan ekologis serta kesiapan mengha...

JAKARTA, jenterarakyat.com – Forum Nasional Perempuan Indonesia menegaskan bahwa ketahanan bangsa di era modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan sosial, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ketahanan ekologis serta kesiapan menghadapi transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Melalui forum bertajuk "Perempuan dan Ketahanan Bangsa" , para narasumber menekankan pentingnya peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan, pendidikan keluarga, hingga penguatan literasi digital masyarakat.

Ketahanan Ekologis: Fondasi Masa Depan Bangsa

Baca Juga
Rektor Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Mandiri Bermasalah?

Rektor Ditangkap KPK, Bagaimana Nasib Mahasiswa Unsoed yang Masuk Lewat Jalur Mandiri Bermasalah?

Nasional

Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Sri Handayaningsih, menjelaskan bahwa isu kehutanan dan lingkungan hidup memiliki hubungan erat dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

"Ketahanan ekologis menjadi fondasi penting masa depan bangsa. Perempuan memiliki posisi strategis karena terlibat langsung dalam pengelolaan pangan keluarga, air, energi rumah tangga, hingga ekonomi berbasis masyarakat," ujar Sri.

Menurut Sri, perempuan memiliki kontribusi nyata dalam:

Baca Juga
Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Lahan Kering dan Bergambut, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di Taman Nasional Way Kambas

Nasional

· Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)
· Rehabilitasi hutan dan lahan
· Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti kopi, madu, minyak atsiri, rotan, dan serat alam

Produk-produk HHBK ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa merusak kelestarian hutan. Sri juga mengajak masyarakat menjaga DAS sebagai penopang utama kehidupan.

"Semua daratan terbagi dalam DAS. Karena itu menjaga DAS berarti menjaga keberlangsungan seluruh sektor kehidupan," tegasnya.

Baca Juga
Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Viral Dua Bocah Kakak Beradik di Dairi Sumut Dianiaya sang Bibi, Sempat Larang Polisi saat akan Dibawa ke Rumah Sakit

Nasional

Literasi Digital AI: Tantangan dan Peluang bagi Perempuan

Selain isu lingkungan, forum tersebut juga menyoroti pentingnya ketahanan bangsa di bidang pendidikan, digitalisasi, dan AI. Komitmen itu terlihat dengan hadirnya teknologi robotik dari Robotic Explorer dalam pembukaan forum. Kehadiran robotik menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia harus siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan.

Direktur Utama Robotic Explorer, Jully Tjindrawan, dalam paparannya bertajuk "Perempuan sebagai Agen Literasi Digital di Era Teknologi Cerdas" , menegaskan bahwa perempuan harus menjadi subjek utama dalam penguatan literasi digital nasional.

Data: Literasi Digital Perempuan Masih Tertinggal

Berdasarkan data nasional, indeks literasi digital Indonesia tahun 2024 mencapai skor 3,78 dari skala 5. Namun, tingkat literasi digital perempuan masih berada di bawah laki-laki:

Indikator Angka
Indeks Literasi Digital Nasional 3,78 / 5
Perempuan dengan skor di atas rata-rata nasional ±45%

"Perempuan adalah pendidik utama dalam keluarga. Karena itu perempuan Indonesia harus melek digital, memahami AI, dan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi perkembangan teknologi," kata Jully.

Ancaman dan Peluang Era Digital

Jully menilai era digital menghadirkan tantangan serius seperti:

1. Penyebaran hoaks
2. Cyberbullying
3. Eksploitasi data pribadi
4. Paparan konten negatif terhadap anak

Di sisi lain, AI dan teknologi digital juga membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkembang dalam:

· Pendidikan
· Kewirausahaan digital
· Startup teknologi
· Inovasi sosial
· Kepemimpinan transformatif

Kolaborasi Lintas Sektor

Forum Nasional Perempuan Indonesia menilai penguatan perempuan di bidang lingkungan dan teknologi harus berjalan beriringan agar lahir generasi yang tangguh secara ekologis, cerdas secara digital, dan mampu menjaga ketahanan bangsa di tengah perubahan global.

"Kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas perempuan, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan pembangunan yang berkelanjutan serta berorientasi pada masa depan," tutup Jully.

Sri Handayaningsih Direktur Teknik Konservasi Tanah Kemenhut berbicara di Forum Perempuan
"Ketahanan ekologis menjadi fondasi penting masa depan bangsa," ujar Direktur Teknik Konservasi Tanah Kemenhut.

 

Rekomendasi Kebijakan

Jenterarakyat.com merangkum sejumlah rekomendasi yang muncul dari forum ini:

1. Pemerintah perlu meningkatkan program literasi digital yang menyasar perempuan di pedesaan.
2. Perlu integrasi antara program ketahanan ekologis dan pemberdayaan ekonomi berbasis HHBK.
3. Sekolah dan keluarga perlu diperkuat sebagai benteng literasi digital anak.
4. Perempuan didorong untuk mengambil peran di sektor teknologi dan AI.

Forum ini menjadi pengingat bahwa ketahanan bangsa tidak bisa dititipkan hanya pada satu pilar. Perempuan, dengan segala potensinya, harus diberdayakan secara holistik: ekologis dan digital.

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.