Isu Perseteruan Polri vs Kejaksaan Menguat, Nama Jampidsus Febrie Adriansyah Terseret Kasus
JAKARTA, Jenterarakyatm.com — Penggeledahan massif oleh Polri di 12 lokasi memicu spekulasi publik tentang adanya perseteruan antara Polri dan Kejaksaan Agung. Nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah, turut terseret setelah rumahnya dijaga ketat anggota TNI .

Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengklaim pengamanan tersebut atas permintaan kejaksaan dan tidak terkait penggeledahan polisi. "Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang," ujarnya .
Cafe de'Clan Jadi Pusat Perhatian
Salah satu lokasi penggeledahan, Cafe de'Clan Signature, dikaitkan dengan Jampidsus Febrie Adriansyah. Polisi menolak berkomentar rinci terkait kepemilikan kafe tersebut. "Silakan tanyakan sama yang tahu... itu di luar dari statement kami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto . Kafe de'Clan Signature dikelola oleh Declan Kulinari Nusantara, namun situs resmi perusahaan tidak mencantumkan informasi mengenai beneficial owner .

Tokoh NU: Bukan Perang Institusi
Tokoh muda Nahdlatul Ulama, Gus Lilur, menilai publik tidak perlu menggiring penggeledahan ini sebagai perang Polri vs Kejaksaan. Menurutnya, ini proses hukum terhadap oknum tertentu yang dipicu buruknya koordinasi .
"Benarkah Polri dan Kejaksaan Agung perang? Ternyata tidak. Bukan perang antar institusi, melainkan ulah segelintir oknum yang kurang mawas diri," ujar Gus Lilur .
Ia juga meminta Presiden Prabowo menjaga keharmonisan Polri dan Kejaksaan tanpa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. "Ini ujian kecil bagi Presiden RI, untuk merukunkan kembali para pembantunya agar berpadu bukan beradu," katanya .

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto belum mengungkapkan siapa pemilik rumah di Sentul dan kafe di Cipete, serta menegaskan proses pendalaman masih berlangsung .
( Stef )