Langsung ke konten
``html ```
``html ```
Nasional

Muhammad Qodari Jelaskan Kopdes Merah Putih Berbasis Data dan Aktual, Sampaikan Penghematan Rp33 Triliun bagi Masyarakat

Redaksi Jentera 3 menit baca 89 views
Muhammad Qodari Jelaskan Kopdes Merah Putih Berbasis Data dan Aktual, Sampaikan Penghematan Rp33 Triliun bagi Masyarakat
JAKARTA,  Jenterarakyat.com – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mendapat mandat untuk memastikan narasi pemerintah pusat tersampaikan secara utuh, adaptif, dan berbasis data saat sampai ke masyarakat . Di tengah sorotan pu...

JAKARTAJenterarakyat.com – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mendapat mandat untuk memastikan narasi pemerintah pusat tersampaikan secara utuh, adaptif, dan berbasis data saat sampai ke masyarakat . Di tengah sorotan publik terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Qodari menerapkan gaya komunikasi yang transparan dan membumi .

Salah satu isu yang viral di media sosial adalah narasi tentang bangunan Kopdes Merah Putih yang banyak disebut seperti swalayan yang akan tutup. Qodari memastikan bahwa alur program sudah sesuai dengan perencanaan dan meminta masyarakat untuk bersabar.

"Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Pertama, Koperasi Merah Putih sudah jalan, seperti beberapa program Presiden lainnya, program itu ada kategori transisi dan permanen," ucap Qodari saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026 lalu.

Baca Juga
Kontrak Ada, Realisasi Mana? SMSI Desak Audit Transparan Kerja Sama Publikasi Pemberitaan DPRD - Pemda Pati

Kontrak Ada, Realisasi Mana? SMSI Desak Audit Transparan Kerja Sama Publikasi Pemberitaan DPRD - Pemda Pati

Nasional

Pastikan Kopdes Merah Putih Berjalan di Tahapan Alurnya

Qodari lantas menceritakan tentang kunjungannya ke Padang, di mana KDKMP digunakan sebagai tempat untuk menampung produksi madu oleh masyarakat. Lebih lanjut, madu milik warga tersebut bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara untuk koperasi permanen yang sudah memiliki bangunan, Qodari mengungkapkan bahwa baru 1.061 koperasi yang diresmikan. "Nah, menuju ke 40.000 sesuai proyeksi Menteri Koperasi di tahun 2026, itu masih berproses. Kalau bangunan udah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display, abis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya," sambungnya.

Baca Juga
TNI AL DISTRIBUSIKAN BANTUAN KORBAN GEMPA REO NTT

TNI AL DISTRIBUSIKAN BANTUAN KORBAN GEMPA REO NTT

Nasional

Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 80.000 unit koperasi hingga tahun 2029 . Peluncuran resmi dilakukan secara serentak pada 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah .

Qodari: Kopdes Merah Putih untuk Menghemat Pengeluaran dan Penyerapan Tenaga Kerja

Penegasan lain yang diungkap oleh Qodari adalah Kopdes Merah Putih ini menjadi salah satu program yang bisa membantu masyarakat untuk lebih hemat pengeluaran. Qodari kemudian memberikan contoh gas LPG 3 kg dan MinyaKita yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini.

Baca Juga
Dishub Kota Malang Siapkan Kantong Parkir di Gelar Festival Mbois 11

Dishub Kota Malang Siapkan Kantong Parkir di Gelar Festival Mbois 11

Pemerintahan

"Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 per tabung ukuran 3 kilogram, di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700," ungkap Qodari pada 10 Juni 2026 lalu.

Berdasarkan data Kemendukbangga tahun 2025, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia, dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng setiap bulan. Dengan asumsi tersebut, penghematan dari pembelian LPG diperkirakan mencapai sekitar Rp14,2 triliun per tahun dari selisih Rp4.000.

Sama halnya dengan penghematan minyak, Qodari menyebut diperkirakan bisa mencapai Rp18,82 triliun per tahun dari selisih harga Rp5.300 per liter. "Maka dalam satu tahun sebenarnya masyarakat dapat menghemat sekitar Rp33 triliun. Bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat, itu adalah penghematan yang berarti, dan angka itu bukan sekadar kalkulasi di atas kertas, bukan cuman omon-omon," terang Kepala Bakom tersebut.

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, Qodari menyebut bahwa selain merekrut manajer dalam skala nasional, juga ada pekerja lokal yang dilibatkan untuk mengurus KDKMP. Target pembangunan 80.000 unit KDKMP pada 2029, kata Qodari, berpotensi bisa menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

"Setiap gerai KDKMP melibatkan satu manajer yang telah mengikuti rekrutmen nasional, serta 17 pekerja lokal yang seluruhnya diprioritaskan berasal dari desa setempat," ujarnya.

Komunikasi Membumi dan Berbasis Data ala Qodari

Dengan perannya sebagai Kepala Bakom RI, Qodari telah menyampaikan kemajuan program Kopdes Merah Putih, baik perencanaan maupun kondisi di lapangan. Tak hanya pernyataan manis untuk membantah rumor, sajian data dengan angka juga dibuka kepada publik. Masyarakat yang akan bersinggungan langsung dengan program pemerintah, kepercayaan publik juga terbangun lewat transparansi program .

Sebagaimana diketahui, Bakom RI dibentuk pada 17 September 2025 melalui Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2025 sebagai pengganti Kantor Komunikasi Kepresidenan . Qodari resmi dilantik sebagai Kepala Bakom RI pada 27 April 2026, menggantikan Angga Raka Prabowo .

( stef )

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.