Langsung ke konten
Nasional

Polresta Sidoarjo Gelar Apel Sabuk Kamtibmas: Rakyat Bukan Objek, Tapi Subjek Keamanan! Siap Hadapi May Day dan Pilkades

2 menit baca
24x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Polresta Sidoarjo Gelar Apel Sabuk Kamtibmas: Rakyat Bukan Objek, Tapi Subjek Keamanan! Siap Hadapi May Day dan Pilkades

SIDOARJO, Jenterarakyat.com – Polresta Sidoarjo tidak mau kerja sendiri. Kamis (30/4/2026), lapangan Mako Polresta Sidoarjo berubah menjadi lautan semangat kebersamaan. Apel kebangsaan bertajuk Sabuk Kamtibmas digelar, diikuti tidak hanya anggo...

SIDOARJO, Jenterarakyat.com – Polresta Sidoarjo tidak mau kerja sendiri. Kamis (30/4/2026), lapangan Mako Polresta Sidoarjo berubah menjadi lautan semangat kebersamaan. Apel kebangsaan bertajuk Sabuk Kamtibmas digelar, diikuti tidak hanya anggota Polri, tetapi juga berbagai elemen lintas sektoral dari seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh desa, hingga elemen pemuda.

Pimpinan apel langsung dipegang oleh Kapolresta Sidoarjo, Kombes. Pol. Christian Tobing. Beliau menegaskan bahwa keamanan bukanlah monopoli aparat. “Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat. Sabuk Kamtibmas ini adalah simbol pengikat persatuan dan kolaborasi,” ujar Christian di hadapan ratusan peserta.

Apa tujuan Sabuk Kamtibmas? Bukan sekadar seremonial. Ini adalah gerakan bersama untuk memperkuat deteksi dini terhadap segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Terlebih, Sidoarjo akan menghadapi dua agenda besar: Pengamanan May Day dan Pilkades serentak tahun 2026.

Baca Juga
Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Juni 2026

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Juni 2026

Nasional
Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing memimpin apel Sabuk Kamtibmas di Lapangan Mako Polresta Sidoarjo
Sabuk Kamtibmas Polresta Sidoarjo: Polri + Rakyat = Sidoarjo Aman! Siap hadapi May Day & Pilkades 2026. Kolaborasi, bukan sekadar koordinasi! 🚔🤝

 

“Filosofinya sabuk itu mengikat. Kita ingin masyarakat dan Polri terikat dalam satu tekad: menjaga Sidoarjo tetap aman, kondusif, dan utuh secara sosial,” tegas Kapolresta.

Yang menarik, apel ini tidak hanya diikuti oleh aparat. Tokoh desa, tokoh agama, hingga tokoh pemuda ikut hadir. Ini membuktikan bahwa Polresta Sidoarjo sadar betul: rakyat adalah panglima keamanan. Tanpa partisipasi aktif warga, sekokoh apa pun aparat, akan ada celah.

Baca Juga
200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

Nasional

Kapolresta juga mengingatkan agar semua pihak tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang bisa memecah belah dan mengganggu kondusivitas wilayah. “Jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan bagi-bagi, jangan terpecah,” pesannya.

Dengan adanya Sabuk Kamtibmas, Jenterarakyat.com menilai langkah ini sangat strategis. Ini bukan sekadar apel, ini deklarasi perang terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas. Masyarakat diajak menjadi mata dan telinga Polri. Kolaborasi solid antara Polri dan rakyat diharapkan menjadikan Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah paling aman, nyaman, dan kondusif di Jawa Timur.

Kesimpulan redaksi: Sabuk Kamtibmas adalah bukti bahwa Polresta Sidoarjo mendengar suara rakyat. Keamanan dikembalikan ke pangkuan masyarakat. Selamat untuk Sidoarjo! 

Baca Juga
Mulai 10 Juni 2026, KA Cikuray Gunakan Sarana Ekonomi Kerakyatan untuk Layani Lebih Banyak Masyarakat

Mulai 10 Juni 2026, KA Cikuray Gunakan Sarana Ekonomi Kerakyatan untuk Layani Lebih Banyak Masyarakat

Nasional

Nrhd/Hari

 

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.