Langsung ke konten
Nasional

Luar Biasa! Kereta Petani dan Pedagang KAI Layani 17.867 Pelanggan Sepanjang 2026, Cukup Bayar Rp3.000

3 menit baca
31x dibaca
AD 728x90 — Landscape
Bagikan:
Luar Biasa! Kereta Petani dan Pedagang KAI Layani 17.867 Pelanggan Sepanjang 2026, Cukup Bayar Rp3.000

Rangkasbitung, Jenterarakyat.com – Di stasiun-stasiun kecil lintas Rangkasbitung–Merak, hiruk-pikuk aktivitas sudah mulai terasa jauh sebelum fajar menyingsing. Para petani dan pedagang datang sambil memanggul karung-karung berisi cabai,...

Rangkasbitung, Jenterarakyat.com – Di stasiun-stasiun kecil lintas Rangkasbitung–Merak, hiruk-pikuk aktivitas sudah mulai terasa jauh sebelum fajar menyingsing. Para petani dan pedagang datang sambil memanggul karung-karung berisi cabai, bawang, tomat, dan berbagai sayuran segar yang dipetik dari kebun sehari sebelumnya. Mereka bukan sekadar penumpang biasa. Mereka adalah nadi perekonomian daerah yang menggantungkan hidup pada hasil bumi.

Kini, perjalanan mereka menjadi lebih ringan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa selama periode 1 Januari hingga 11 Mei 2026, layanan Kereta Petani dan Pedagang telah melayani sebanyak 17.867 pelanggan di lintas Merak–Rangkasbitung. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa moda transportasi publik yang terjangkau mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan wujud komitmen KAI untuk hadir di tengah kebutuhan masyarakat, terutama para petani dan pedagang pasar tradisional yang selama ini seringkali terbebani biaya distribusi yang tinggi.

Baca Juga
Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Juni 2026

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 6 Juni 2026

Nasional

"Bagi petani dan pedagang kecil, selisih ongkos perjalanan sangat berarti. Saat biaya distribusi lebih ringan, mereka dapat membawa hasil panen lebih banyak, menjaga usaha tetap berjalan, dan mempertahankan penghasilan untuk keluarga," ujar Anne dalam siaran pers yang diterima Jenterarakyat.com, Selasa (12/5/2026).

Mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, Kereta Petani dan Pedagang dipatok dengan tarif hanya Rp3.000 per perjalanan melalui skema Public Service Obligation (PSO). Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro di sektor pertanian dan perdagangan tradisional. Dengan tarif yang sangat terjangkau, mereka bisa lebih leluasa membawa hasil panen dalam jumlah lebih besar tanpa khawatir biaya angkut yang membengkak.

Layanan ini melayani rute Merak–Rangkasbitung pulang pergi setiap hari dengan total 14 perjalanan. Rinciannya, 7 perjalanan dari Merak dan 7 perjalanan dari Rangkasbitung. Jadwal yang pasti dan rutin memberikan kepastian bagi para pedagang yang harus tiba di pasar sebelum matahari terik.

Baca Juga
200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

200 Siswa SMA Se-Jawa Timur Belajar Bela Negara hingga Survival Selama Dua Hari Penuh

Nasional

Anne menambahkan bahwa keberadaan kereta ini tidak hanya meringankan ongkos, tetapi juga ikut mempercepat distribusi komoditas pertanian menuju pasar. Hasil panen yang lebih cepat tiba akan tetap dalam kondisi segar sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.

"Ketika distribusi pangan berjalan lancar, manfaatnya dirasakan banyak pihak. Petani terbantu membawa hasil kebun, pedagang lebih mudah menjaga pasokan dagangan, dan masyarakat mendapatkan bahan pangan yang lebih segar di pasar," jelas Anne.

Untuk menggunakan layanan ini, para petani dan pedagang cukup melakukan registrasi di loket stasiun menggunakan KTP guna memperoleh kartu khusus pelanggan. Prosesnya sederhana dan tidak berbelit, sesuai dengan kebutuhan masyarakat lapangan.

Baca Juga
Mulai 10 Juni 2026, KA Cikuray Gunakan Sarana Ekonomi Kerakyatan untuk Layani Lebih Banyak Masyarakat

Mulai 10 Juni 2026, KA Cikuray Gunakan Sarana Ekonomi Kerakyatan untuk Layani Lebih Banyak Masyarakat

Nasional

Tidak hanya soal tarif, KAI juga menyesuaikan fasilitas kereta dengan kebutuhan pelanggan yang membawa hasil pertanian dan barang dagangan. Kereta dilengkapi tempat duduk menyamping berkapasitas 73 pelanggan, pintu yang lebih lebar, serta ruang penyimpanan barang bawaan yang memadai. Semua ini dirancang agar proses naik turun menjadi lebih mudah dan aman, baik bagi penumpang maupun barang bawaannya.

"Di setiap perjalanan kereta ini ada hasil panen yang dirawat dengan kerja keras selama berbulan-bulan. Ada pedagang yang berangkat dini hari demi menjaga usahanya tetap hidup. Saat perjalanan menjadi lebih ringan dan distribusi semakin lancar, masyarakat dapat merasakan manfaat yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari," tutup Anne dengan penuh haru.

Kisah sukses Kereta Petani dan Pedagang ini menjadi contoh bagaimana transportasi publik tidak hanya berfungsi sebagai alat pemindah orang, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata. (Ton)

AD 728x90 — Landscape
R

Ditulis oleh

Redaksi Jentera

Aktifkan Notifikasi

Dapatkan update berita terbaru langsung di browser Anda.